Kesalahan Umum dalam Pengiriman Logistik dan Cara Sederhana untuk Mencegahnya
Mengapa Pengiriman Logistik Sering Bermasalah?
Di era belanja online dan distribusi cepat seperti sekarang, pengiriman logistik bukan lagi sekadar urusan mengirim barang dari titik A ke titik B. Keterlambatan satu hari saja bisa memicu komplain, ulasan buruk, hingga hilangnya pelanggan.
Menariknya, sebagian besar masalah pengiriman bukan terjadi karena “musibah” di jalan, tetapi akibat kesalahan umum yang sebenarnya bisa dicegah: alamat tidak jelas, kemasan buruk, stok tidak akurat, kurangnya koordinasi, dan sebagainya.
Artikel ini membahas kesalahan-kesalahan umum dalam pengiriman logistik yang paling sering terjadi di bisnis Indonesia—baik UMKM, e-commerce, maupun distribusi B2B—disertai cara sederhana untuk mencegahnya.
Dengan menerapkan langkah-langkah praktis di sini, Anda bisa:
- Mengurangi keterlambatan pengiriman
- Menekan angka retur dan komplain
- Meningkatkan kepuasan pelanggan
- Menghemat biaya operasional logistik
Mari kita uraikan satu per satu.
1. Perencanaan Pengiriman yang Lemah
1.1 Dampak Perencanaan yang Buruk
Banyak bisnis hanya fokus pada “kapan barang dikirim”, tetapi mengabaikan bagaimana pengiriman direncanakan. Akibatnya:
- Rute pengiriman tidak efisien, biaya bahan bakar membengkak
- Kurir membawa muatan tidak seimbang (sangat penuh di satu rute, kosong di rute lain)
- Pengiriman jarak jauh dan dekat dicampur tanpa prioritas
- Barang urgent tercampur dengan barang biasa
Perencanaan yang lemah membuat pengiriman terasa “padat” dan melelahkan, tapi secara kinerja justru tidak optimal. Di mata pelanggan, ini terlihat sebagai pengiriman lambat dan tidak profesional.
1.2 Cara Sederhana Mencegahnya
Beberapa langkah dasar yang bisa langsung diterapkan:
- Kelompokkan pesanan berdasarkan area (kecamatan/kode pos) sebelum diserahkan ke kurir.
- Buat jadwal pengiriman harian yang konsisten (misalnya: area A pagi, area B siang).
- Tandai pesanan prioritas (barang urgent, barang bernilai tinggi) dan pisahkan dari pengiriman biasa.
- Untuk skala lebih besar, gunakan aplikasi perencanaan rute (route optimization) agar rute kurir lebih efisien.
Perusahaan logistik modern biasanya memiliki tim khusus yang mengatur rute harian dan kapasitas muatan, sehingga armada bergerak dengan pola yang terukur, bukan asal jalan.
2. Data Alamat dan Kontak Pelanggan Tidak Akurat
2.1 Contoh Kesalahan Alamat yang Paling Sering
Salah satu penyebab utama keterlambatan dan pengiriman gagal adalah data alamat yang tidak lengkap atau salah, misalnya:
- Tidak mencantumkan RT/RW, nomor rumah, gang, atau patokan
- Nomor telepon tidak aktif atau salah ketik
- Penulisan nama jalan yang tidak lazim (disingkat, salah ejaan)
- Pelanggan pindah alamat tapi tidak memperbarui data
Kurir mungkin sudah berada di area yang benar, tetapi harus menghabiskan banyak waktu untuk mencari rumah atau menghubungi penerima. Dalam volume besar, hal ini menimbulkan penumpukan dan keterlambatan.
2.2 Cara Mencegah Kesalahan Alamat
Beberapa langkah sederhana, namun berdampak besar:
- Di website/aplikasi, gunakan form alamat terstruktur: provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan, kode pos, nama jalan, nomor rumah.
- Cantumkan kolom “patokan lokasi” (misalnya: dekat masjid X, belakang minimarket Y).
- Wajibkan nomor telepon aktif dan minta pelanggan memastikan bisa dihubungi saat jam pengiriman.
- Untuk pelanggan tetap, lakukan verifikasi alamat sekali dan simpan sebagai data master.
- Manfaatkan integrasi dengan peta digital (maps) agar titik lokasi lebih presisi.
Saat bisnis dan penyedia layanan logistik bekerja dengan data alamat yang rapi, akurasi pengiriman meningkat drastis dan kurir bekerja lebih cepat.
3. Pengemasan Barang yang Tidak Sesuai Standar
3.1 Risiko dari Kemasan yang Salah
Banyak kerusakan barang terjadi bukan karena kurir ceroboh, tetapi karena kemasan tidak sesuai standar logistik. Beberapa kesalahan umum:
- Barang pecah belah hanya dibungkus plastik tipis
- Tidak ada pengaman seperti bubble wrap, styrofoam, atau kardus berlapis
- Kardus terlalu longgar sehingga barang bergeser saat perjalanan
- Isi cairan tidak disegel dengan baik sehingga bocor
- Tidak ada label “Fragile”, “This Side Up”, atau “Jangan Ditumpuk”
Hasilnya: barang rusak, bocor, penyok, atau bahkan hilang sebagian karena kemasan jebol di perjalanan.
3.2 Panduan Kemasan Sederhana
Standar minimal yang sebaiknya diterapkan:
- Pilih kardus yang kuat dan pas ukurannya, tidak terlalu longgar dan tidak terlalu sempit.
- Gunakan bahan pengaman: bubble wrap, kertas, foam, atau pelindung lain sesuai karakter barang.
- Untuk cairan, gunakan segel ganda dan plastik tambahan untuk mengantisipasi kebocoran.
- Lakban semua sisi kardus yang berpotensi terbuka dengan metode H-tape (bagian tengah dan dua tepi).
- Tempelkan label yang jelas: nama penerima, alamat lengkap, nomor telepon, serta tanda peringatan jika perlu.
Beberapa perusahaan logistik menyediakan standar kemasan dan panduan tertulis bagi klien. Mengikuti panduan seperti ini bisa menekan risiko kerusakan secara signifikan.
4. Tidak Memanfaatkan Teknologi Tracking Secara Optimal
4.1 Mengapa Tracking Penting untuk Pelanggan dan Bisnis
Di era digital, pelanggan terbiasa dengan informasi real-time:
mereka ingin tahu kapan barang dikirim, sudah sampai mana, dan kapan diperkirakan tiba.
Kesalahan umum yang sering terjadi:
- Nomor resi ada, tetapi tidak pernah dicek atau di-update oleh internal
- Customer service tidak memantau status pengiriman sebelum pelanggan komplain
- Informasi status di sistem tidak sinkron dengan kondisi di lapangan
Akibatnya, bisnis terlihat:
- Kurang transparan
- Sulit memberikan jawaban pasti ketika pelanggan bertanya
- Terlambat menyadari jika ada masalah (misalnya paket tertahan di suatu titik)
4.2 Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Tracking
Beberapa cara sederhana mengoptimalkan teknologi tracking:
- Pastikan setiap pengiriman memiliki nomor resi dan tercatat dalam sistem internal.
- Integrasikan sistem penjualan (POS/marketplace) dengan sistem logistik sehingga status pengiriman otomatis ter-update.
- Ajarkan pelanggan cara melacak kiriman sendiri, namun tetap sediakan bantuan bila mereka kesulitan.
- Untuk klien B2B atau pengiriman volume besar, sediakan laporan berkala berisi status pengiriman agregat.
Perusahaan logistik yang serius biasanya menyediakan dashboard tracking yang mudah dipahami, baik untuk pelanggan ritel maupun korporasi. Ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan, tetapi juga membantu bisnis merespons cepat bila terjadi kendala.
5. Koordinasi yang Lemah antara Gudang, Kurir, dan Customer Service
5.1 Silo Informasi dalam Rantai Logistik
Pengiriman logistik bukan tugas satu divisi saja. Ada gudang, administrasi, kurir, hingga customer service. Kesalahan sering muncul karena setiap bagian bekerja sendiri-sendiri:
- Gudang merasa tugas selesai setelah barang keluar
- Kurir hanya fokus mengantarkan, tidak memberikan laporan lengkap
- Customer service tidak punya informasi akurat saat pelanggan bertanya
Akibatnya:
- Pesanan salah kirim atau tertukar
- Informasi ke pelanggan tidak konsisten
- Komplain berlarut-larut karena harus “cek dulu ke lapangan”
5.2 Cara Membangun Alur Komunikasi yang Rapi
Langkah praktis yang bisa dilakukan:
- Buat satu sistem atau platform yang menjadi sumber data utama (single source of truth) tentang status pesanan.
- Tetapkan prosedur pelaporan sederhana untuk kurir: misalnya wajib foto bukti serah terima, tanda tangan digital, atau catatan jika gagal kirim.
- Customer service harus punya akses langsung ke status terkini, tanpa perlu bertanya ke banyak pihak.
- Adakan briefing singkat harian antara tim gudang, pengiriman, dan CS untuk menyamakan informasi.
Koordinasi yang baik membuat alur pengiriman terasa mulus di mata pelanggan, meskipun di balik layar banyak proses yang saling terhubung.
6. Pengelolaan Stok yang Tidak Akurat
6.1 Dampak Kehabisan Stok dan Stok Mati
Kesalahan logistik sering bermula dari gudang:
- Sistem menunjukkan stok tersedia, padahal fisiknya habis
- Stok ada, tapi posisinya tidak jelas di gudang, sehingga butuh waktu lama untuk dicari
- Ada barang yang terlalu lama mengendap (slow-moving) hingga rusak atau kedaluwarsa
Akibat langsung:
- Pesanan tertunda karena menunggu restock
- Pesanan dibatalkan karena barang ternyata tidak ada
- Biaya penyimpanan membengkak karena stok tidak sehat
6.2 Langkah Mudah Merapikan Manajemen Inventori
Beberapa cara sederhana namun efektif:
- Terapkan sistem pencatatan stok terpusat, hindari pencatatan manual terpisah di banyak file.
- Lakukan stock opname berkala, minimal bulanan, dan cocokkan dengan data sistem.
- Atur tata letak gudang dengan penandaan yang jelas: rak, lokasi, kategori barang.
- Gunakan metode FIFO (First In, First Out) atau FEFO (First Expired, First Out) untuk produk kedaluwarsa.
- Tetapkan batas minimal stok (reorder point) sehingga pembelian bisa dilakukan sebelum stok benar-benar habis.
Banyak bisnis yang menggandeng mitra logistik yang sudah memiliki Warehouse Management System (WMS) sehingga pengelolaan stok lebih rapi dan terintegrasi dengan proses pengiriman.
7. SOP Pengiriman Tidak Jelas atau Tidak Dijalankan
7.1 Mengapa SOP Sering Diabaikan
Sebagian perusahaan sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) pengiriman, namun:
- SOP hanya berupa dokumen formal untuk kebutuhan administrasi
- Karyawan baru tidak mendapatkan pelatihan SOP yang memadai
- Di lapangan, SOP “disesuaikan” karena dianggap menyulitkan
Hasilnya, pengiriman bergantung pada kebiasaan personal, bukan pada standar yang disepakati. Ini membuat kualitas layanan tidak konsisten dan sulit ditingkatkan.
7.2 Cara Membuat SOP yang Dijalankan, Bukan Hanya Disimpan
Beberapa prinsip penting:
- Buat SOP singkat, jelas, dan praktis, bukan dokumen panjang yang sulit dipahami.
- Sertakan diagram alur (flowchart) sederhana untuk menjelaskan proses dari pesanan masuk hingga barang diterima.
- Latih karyawan baru dengan simulasi nyata, bukan hanya membaca dokumen.
- Tinjau SOP secara berkala berdasarkan data komplain dan kesalahan yang terjadi.
- Libatkan tim lapangan (gudang, kurir, CS) saat merevisi SOP, agar lebih realistis dan mudah diterapkan.
Perusahaan logistik yang matang biasanya menjadikan SOP sebagai alat kerja sehari-hari, bukan sekadar formalitas. Inilah yang membedakan pengiriman yang konsisten dari yang sering bermasalah.
8. Kurang Pelatihan untuk SDM Logistik
8.1 Peran SDM dalam Menekan Kesalahan Pengiriman
Teknologi, sistem, dan SOP yang baik tetap membutuhkan SDM yang terampil dan peka terhadap detail. Tanpa pelatihan yang cukup, hal-hal berikut sering terjadi:
- Kurir tidak memahami prioritas paket tertentu
- Staf gudang salah membaca label, sehingga barang tertukar
- Customer service tidak mampu menjelaskan status pengiriman dengan jelas
- Karyawan baru belajar “asal ikut” dari senior, tanpa acuan resmi
Semua ini bermuara pada tingginya jumlah kesalahan kecil yang jika dikumpulkan, menjadi kerugian besar.
8.2 Bentuk Pelatihan yang Efektif dan Murah
Pelatihan tidak selalu harus mahal. Beberapa langkah praktis:
- Buat modul singkat berbentuk video atau infografis tentang prosedur pengemasan, pelabelan, dan penyerahan ke kurir.
- Adakan sesi sharing rutin: karyawan berbagi kasus nyata yang pernah terjadi dan bagaimana cara menghindarinya.
- Latih kurir dan CS untuk berkomunikasi dengan sopan dan solutif, terutama saat terjadi kendala di lapangan.
- Ukur kinerja tim menggunakan indikator sederhana: tingkat keterlambatan, jumlah paket rusak, dan jumlah komplain.
Perusahaan logistik yang berorientasi jangka panjang biasanya menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu fondasi utama, karena sadar bahwa layanan yang baik lahir dari orang-orang yang terlatih.
9. Tidak Punya Rencana Cadangan (Plan B) Saat Terjadi Gangguan
9.1 Contoh Gangguan Umum di Lapangan
Di dunia nyata, pengiriman logistik sering menghadapi kendala tak terduga:
- Cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor
- Jalan ditutup karena acara atau perbaikan
- Kendaraan mogok atau mengalami kecelakaan ringan
- Lonjakan volume pesanan pada momen tertentu (Harbolnas, Lebaran, Natal, dll.)
Jika tidak ada rencana cadangan, seluruh jadwal bisa berantakan dan pengiriman tertunda berhari-hari.
9.2 Menyusun Skenario Darurat Sederhana
Beberapa langkah yang layak disusun sejak awal:
- Miliki rute alternatif untuk area-area yang rawan macet atau banjir.
- Siapkan armada cadangan atau kerja sama dengan mitra logistik lain jika volume pesanan melonjak drastis.
- Tentukan prosedur komunikasi ke pelanggan saat terjadi keterlambatan di luar kendali (template pesan, estimasi baru, dan kompensasi bila perlu).
- Buat prioritas pengiriman: mana yang harus tetap dikirim hari itu juga, dan mana yang bisa diundur satu hari.
Rencana cadangan yang disusun dengan baik akan mengurangi kepanikan di lapangan dan menjaga kepercayaan pelanggan meskipun terjadi gangguan.
10. Mengabaikan Feedback Pelanggan dan Data Pengiriman
10.1 Potensi Emas dari Komplain dan Retur
Banyak bisnis menganggap komplain sebagai masalah, padahal komplain adalah sumber data gratis yang sangat berharga. Dari komplain dan retur, kita bisa mengetahui:
- Titik proses mana yang paling sering salah
- Kota atau area mana yang paling sering mengalami keterlambatan
- Jenis barang apa yang paling sering rusak saat dikirim
- Kesalahan komunikasi apa yang paling sering memicu kesalahpahaman
Sayangnya, banyak perusahaan hanya fokus “memadamkan api” komplain tanpa menjadikannya bahan evaluasi jangka panjang.
10.2 Cara Mengubah Masalah Menjadi Perbaikan Sistem
Langkah-langkah yang bisa diterapkan:
- Kategorikan komplain berdasarkan jenis masalah (terlambat, rusak, salah alamat, hilang, dsb.).
- Analisis pola berulang: apakah ada ekspedisi tertentu, rute tertentu, atau jenis produk tertentu yang sering bermasalah.
- Gunakan temuan tersebut untuk memperbaiki SOP, pelatihan, dan standar kemasan.
- Berikan umpan balik ke tim lapangan (bukan untuk menyalahkan, tapi untuk perbaikan bersama).
Perusahaan logistik yang tumbuh cepat cenderung memiliki budaya belajar dari data, bukan hanya bereaksi. Inilah yang membuat mereka semakin rapi dan minim kesalahan dari waktu ke waktu.
Cara Perusahaan Logistik Modern Meminimalkan Kesalahan
Untuk menggambarkan bagaimana kesalahan umum dalam pengiriman logistik bisa ditekan, mari lihat secara umum bagaimana perusahaan logistik modern di Indonesia menata proses mereka.
11.1 Integrasi Teknologi, SOP, dan Budaya Layanan
Beberapa pemain logistik nasional—seperti salah satunya Arunika Cakrawala Mandiri—menggabungkan tiga elemen penting:
Teknologi yang Terintegrasi
- Sistem pemesanan, pengelolaan gudang, dan pelacakan pengiriman saling terhubung.
- Data alamat, stok, dan status pengiriman dapat diakses dengan cepat oleh tim internal maupun klien.
SOP yang Hidup dan Dipraktikkan
- Prosedur pengemasan, penanganan barang khusus, hingga penanganan gagal kirim dijalankan secara konsisten.
- SOP ditinjau kembali secara berkala berdasarkan data komplain dan masukan dari klien.
Budaya Layanan yang Proaktif
- Tim operasional dilatih untuk tidak hanya “mengantar barang”, tetapi juga mengelola ekspektasi klien.
- Saat terjadi kendala di lapangan, informasi diberikan lebih awal dan disertai solusi, bukan menunggu pelanggan bertanya.
Pendekatan seperti ini membuat proses pengiriman menjadi lebih stabil dan dapat diprediksi, sekaligus membangun rasa percaya dari pihak pengirim maupun penerima.
11.2 Kolaborasi dengan Klien, Bukan Hanya Hubungan Vendor
Perusahaan logistik yang matang umumnya memosisikan diri bukan sekadar penyedia jasa, tetapi mitra distribusi. Misalnya, dalam kerja sama dengan pelaku e-commerce atau produsen:
- Membantu menyusun strategi pengiriman yang efisien berdasarkan sebaran pelanggan.
- Memberikan insight dari data lapangan: area dengan tingkat retur tinggi, jam pengiriman favorit pelanggan, dan sebagainya.
- Berkolaborasi membuat standar kemasan dan pelabelan yang seragam agar proses di gudang dan lapangan lebih cepat.
Pendekatan kemitraan seperti ini yang membuat layanan logistik terasa menyatu dengan proses bisnis klien, bukan sekadar tahap terakhir yang berdiri sendiri.
Informasi lengkap mengenai produk ini dapat Anda lihat di halaman berikut:
👉 SOLUSI LOGISTIK & TRANSPORTASI
https://www.energirumah.com/p/arunika-cakrawala-mandiri.html
Checklist Singkat: Evaluasi Pengiriman Logistik di Bisnis Anda
Gunakan daftar sederhana berikut untuk menilai kondisi pengiriman logistik Anda saat ini. Jawab “Ya” atau “Tidak”:
- Apakah perencanaan rute dan jadwal pengiriman sudah tertulis dan dijalankan?
- Apakah format pengisian alamat pelanggan sudah lengkap dan terstruktur?
- Apakah Anda punya standar pengemasan tertulis untuk produk-produk utama?
- Apakah pelanggan bisa melacak status pengiriman tanpa harus selalu bertanya ke CS?
- Apakah gudang, kurir, dan CS menggunakan data status pengiriman yang sama?
- Apakah stok di sistem hampir selalu cocok dengan stok fisik di gudang?
- Apakah SOP pengiriman Anda sering ditinjau dan disesuaikan dengan kondisi terbaru?
- Apakah karyawan baru mendapatkan pelatihan khusus terkait pengiriman dan penanganan barang?
- Apakah bisnis Anda memiliki plan B untuk menghadapi lonjakan pesanan atau gangguan di jalan?
- Apakah data komplain dan retur dicatat dan dianalisis secara berkala?
Jika banyak jawaban “Tidak”, berarti masih ada ruang besar untuk perbaikan. Anda bisa mulai dari poin yang paling mudah dulu, lalu meningkat ke perbaikan yang lebih kompleks.
Pengiriman Logistik yang Rapi adalah Keunggulan Kompetitif
Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pengiriman logistik bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan salah satu penentu utama kepuasan pelanggan.
Kesalahan umum dalam pengiriman logistik—mulai dari alamat yang tidak akurat, pengemasan yang buruk, koordinasi yang lemah, hingga tidak adanya pemanfaatan data—sebenarnya bisa dikurangi secara signifikan dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten:
- Menata ulang proses dan SOP
- Memanfaatkan teknologi tracking dan manajemen stok
- Melatih SDM agar peka terhadap detail
- Membangun komunikasi yang transparan dengan pelanggan
- Belajar dari data komplain dan retur
Bagi banyak perusahaan, bekerja sama dengan mitra logistik yang andal, terstruktur, dan berorientasi solusi, seperti yang dilakukan pemain-pemain modern semisal Arunika Cakrawala Mandiri, dapat mempercepat proses perbaikan ini.
Pada akhirnya, pengiriman yang tepat waktu, aman, dan transparan akan menjadi pembeda utama yang membuat pelanggan kembali, merekomendasikan bisnis Anda, dan membantu pertumbuhan jangka panjang.
Logistik yang rapi bukan hanya urusan operasional—itu adalah strategi bisnis. Semakin cepat Anda membenahinya, semakin besar peluang Anda untuk menang di pasar.
Jika anda membutuhkan produk peredam panas dan suara atau jasa pengiriman dan forwarder, silahkan hubungi : 082310943461 atau 088809308892
#PengirimanLogistik #KesalahanLogistik #JasaLogistik #ManajemenGudang #BisnisOnline #LogistikIndonesia #TipsLogistik #ArunikaCakrawalaMandiri #EcommerceIndonesia #SupplyChain


